teladan7

SILSILAH BIOGRAFI SAHABAT NABI (6) ﷺ,ZAINAB BINTI JAHSY رضي الله عنها

Nama dan Kelahirannya

Beliau adalah Zainab binti Jahsy bin Riab bin Khuzaimah, Ummul Mukminin (Ibu Kaum Mukminin), dan putri dari bibi Rasulullah ﷺ.

Beliau dilahirkan di Makkah, 17 tahun sebelum kenabian.

Kehidupan dan Keutamaannya

Zainab radhiyallahu ‘anha adalah wanita yang cantik, menjaga kehormatan diri, rajin berpuasa, rajin shalat malam, mencintai kebaikan, gemar bersedekah, dan suka berbuat kebajikan.

Beliau bekerja dengan tangannya sendiri dalam menyamak kulit dan membuat manik-manik. Hasil pekerjaannya dijual, lalu beliau sedekahkan kepada fakir miskin.

Suatu ketika Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu mengirimkan bagian harta kepadanya. beliau berkata :

 فقالت: غفر اللهُ لعمرَ! وأخذتْ تُفرِّقُه في رَحِمِها وأيتامِها

“Semoga Allah mengampuni Umar.”

Kemudian beliau membagikan harta tersebut kepada kerabat dan anak-anak yatim.

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata dalam menggambarkan beliau :

عائشةُ رضي اللهُ عنها في وصفِها: “ولم أرَ امرأةً خيرًا منها، وأكثرَ صدقةً، وأَوْصَلَ للرَّحِمِ، وأَبْذَلَ لنفسِها في كلِّ شيءٍ يُتَقرَّبُ به إلى اللهِ عزَّ وجلَّ”

Artinya :

“Aku tidak pernah melihat seorang wanita yang lebih baik darinya, lebih banyak sedekahnya, lebih menyambung silaturahmi, dan lebih banyak mengorbankan dirinya dalam segala sesuatu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah ﷻ.”

Yang dimana sabda nabi ﷺ beliaulah wanita yang dimaksud, yakni zainab radhiyallahu anha’. Ketika nabi ﷺ bersabda :

أَسْرَعُكُنَّ لُحُوقًا بِي أَطْوَلُكُنَّ يَدًا

Artinya :

“Yang paling cepat menyusulku di antara kalian adalah yang paling panjang tangannya.”

Maksudnya adalah yang paling banyak sedekah dan paling dermawan.

Pernikahannya dengan Rasulullah ﷺ

Allah ﷻ memilih Zainab untuk nabi ﷺ dan menikahkan beliau dengan Rasulullah ﷺ, sebagaimana firman Allah ﷻ :

 وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذِي أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللَّهَ وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى النَّاسَ وَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ، فلمَّا قَضَى زَيْدٌ مِنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَا لِكَيْ لَا يَكُونَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌ﴿

فِي أَزْوَاجِ أَدْعِيَائِهِمْ إِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًا، وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا 

(QS. Al-Ahzab: 37).

Artinya :

“Dan (ingatlah) ketika engkau berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan engkau (juga) telah memberi nikmat kepadanya: ‘Pertahankanlah istrimu dan bertakwalah kepada Allah,’ sedang engkau menyembunyikan dalam hatimu apa yang akan Allah nyatakan, dan engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak untuk engkau takuti. Maka ketika Zaid telah mengakhiri keperluannya terhadap istrinya, Kami nikahkan engkau dengannya agar tidak ada keberatan bagi orang-orang mukmin untuk menikahi istri-istri anak angkat mereka apabila anak-anak angkat itu telah selesai keperluannya terhadap mereka. Dan ketetapan Allah pasti terjadi.”
(QS. Al-Ahzab: 37).

Karena itu Zainab radhiyallahu anha merasa bangga di hadapan istri-istri Nabi ﷺ yang lain dan beliau berkata :

“Kalian dinikahkan oleh keluarga kalian, sedangkan aku dinikahkan oleh Allah ﷻ dari atas tujuh langit.”

Dan pada pernikahan beliau inilah turun ayat-ayat hijab.

Riwayat Hadits dan Sikap Mulia

Zainab radhiyallahu anha meriwayatkan sejumlah hadits dari Rasulullah ﷺ.

Beliau juga termasuk orang yang paling banyak membantu dan menghibur Aisyah radhiyallahu anha ketika terjadi peristiwa haditsul ifki ( fitnah dusta terhadap Aisyah radhiyallahu anha ).

Wafatnya

Zainab binti Jahsy radhiyallahu anha wafat di Madinah pada tahun 20 Hijriyah.

Beliau adalah istri Nabi ﷺ yang pertama kali wafat setelah Rasulullah ﷺ.

Jenazah beliau dishalatkan oleh Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu dan dimakamkan di Baqi’.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *