Wahai muslim yang mulia, ketahuilah semoga Allah ﷻ memberi taufik kepada saya dan Anda kepada perkara yang Dia cintai dan ridhai bahwa puasa memiliki adab-adab yang wajib diperhatikan dan diamalkan ketika berpuasa maupun saat berbuka. Jika tidak, maka bisa jadi seseorang tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.
Rasulullah ﷺ bersabda :
رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ
(HR. Ahmad, Ibnu Majah).
Artinya :
“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan dari puasanya selain lapar dan haus.”
(HR. Ahmad, Ibnu Majah).
1. Menundukkan Pandangan dari yang Haram
Di antara adab puasa adalah menahan pandangan dari melihat aurat, wanita yang bukan mahram, serta segala sesuatu yang diharamkan.
Karena pandangan adalah pintu fitnah dan hati akan dimintai pertanggungjawabannya.
Allah ﷻ berfirman :
﴾ قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ﴿
(QS. An-Nur: 30).
Artinya :
“Katakanlah kepada laki-laki beriman agar mereka menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan mereka.”
(QS. An-Nur: 30).
Dan Allah ﷻ berfirman :
﴾ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولًا ﴿
(QS. Al-Isra’: 36).
Artinya :
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.”
(QS. Al-Isra’: 36).
2. Menjaga Pendengaran
Menjaga telinga dari mendengar perkara yang haram atau makruh, seperti :
- ghibah,
- musik haram,
- fitnah,
- ucapan kotor dan
- perkataan dusta.
Karena pendengar dan pembicara buruk sama-sama mendapat dosa bila ridha terhadapnya.
3. Menjaga Hati dan Lisan
Orang yang berpuasa wajib menjaga lisannya dari:
- dusta,
- ghibah,
- namimah (adu domba),
- pertengkaran,
- cacian,
- makian,
- kata-kata keji.
Sebaliknya, hendaknya menyibukkan diri dengan amalan baik, seperti :
- membaca Al-Qur’an,
- dzikir,
- doa,
- istighfar,
- amar ma’ruf dan
- nahi mungkar.
Rasulullah ﷺ bersabda :
فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ
(HR. Bukhari dan Muslim).
Artinya :
“Jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berteriak-teriak.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
4. Menjaga Perut dari yang Haram
Tidak memasukkan makanan atau minuman yang haram ke dalam perut.
Rasulullah ﷺ bersabda :
لا يدخل الجنة لحم نبت من سحت
(HR. Ibnu Hibban).
Artinya :
“Tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta haram.”
(HR. Ibnu Hibban).
Suht artinya harta haram.
Maka orang yang meninggalkan makanan halal saat puasa, tentu lebih pantas lagi meninggalkan makanan haram, riba, penipuan, dan harta bathil.
5. Menjaga Kemaluan dari yang Haram
Menjaga diri dari zina, melihat aurat dan segala jalan menuju perbuatan keji.
Rasulullah ﷺ bersabda :
مَن يضمن لي ما بين لحييه وما بين رجليه أضمن له الجنة
(HR. Bukhari).
Artinya :
“Barang siapa menjamin bagiku apa yang ada di antara dua rahangnya (lisan) dan di antara dua kakinya (kemaluan), maka aku jamin baginya surga.”
(HR. Bukhari).
6. Menjaga Tangan dari Perbuatan Haram
Menjaga tangan dari perbuatan, seperti :
- memukul tanpa hak,
- mencuri,
- menulis kebatilan,
- menyentuh yang haram,
- menzhalimi orang lain
7. Menjaga Kaki melangkah ke Tempat Maksiat
Menjaga kaki berjalan menuju hal yang diharamkan Allah ﷻ, seperti :
- tempat – tempat dosa,
- majelis maksiat,
- tempat fitnah,
- tempat yang dimurkai Allah.
Menjaga seluruh anggota badan dari dosa dituntut setiap waktu, namun ketika memasuki bulan ramadhan dan kita berpuasa hal itu menjadi perhatian yang besar, agar tidak merusak puasa, pahala tidak hilang serta tidak menjadikan puasanya sia belaka.
Maka, jika seorang hamba menjaga :
- lisannya,
- pandangannya,
- pendengarannya,
- perutnya,
- kemaluannya,
- tangan dan kakinya,
Maka sempurnalah puasanya, mendapat pahala yang besar, dan ia termasuk hamba – hamba yang diridhai Allah ﷻ.
.و صلّى الله على نبيّنا محمّد و على آله و صحبه و سلّم

