Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam Shahih keduanya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ketika Rasulullah ﷺ ditanya tentang Islam, beliau bersabda :
لَما سُئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الإسلام، قال: أن تَشهَد أن لا إله إلا الله، وأن محمدًا رسول الله، وتُقيم الصلاة، وتؤتي الزكاة، وتَصوم رمضان، وتَحج البيت إن استطعتَ إليه سبيلًا.
( HR. Bukhari dan Muslim ).
Artinya :
“Islam dibangun atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah ﷻ dan bahwa Muhammad ﷺ adalah utusan Allah ﷻ, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah jika mampu menempuh perjalanan ke sana.”
( HR. Bukhari dan Muslim ).
Hadits ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam, maka ia merupakan kewajiban besar dalam agama Islam.
Dalil Wajibnya Puasa dalam Al-Qur’an
Allah ﷻ berfirman :
﴾ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿
(QS. Al-Baqarah: 183).
Artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183).
Dan firman-Nya ﷻ :
﴾ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ﴿
(QS. Al-Baqarah: 185).
Artinya :
“Barang siapa di antara kalian menyaksikan bulan itu (Ramadhan), maka hendaklah ia berpuasa.”
(QS. Al-Baqarah: 185).
Hikmah dan Manfaat Puasa
1. Puasa Menumbuhkan Ketakwaan
Allah ﷻ menjelaskan hikmah utama puasa yaitu :
﴾ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿
(QS. Al-Baqarah: 183).
Artinya :
” Agar kalian bertakwa “.
(QS. Al-Baqarah: 183).
Takwa adalah menjalankan segala yang dicintai Allah ﷻ dan meninggalkan segala yang dilarang-Nya.
Allah ﷻ berfirman :
﴾ أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿
(QS. Yunus: 62).
Artinya :
“Ketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut atas mereka dan mereka tidak bersedih.”
(QS. Yunus: 62).
2. Puasa Melatih Keikhlasan
Orang yang berpuasa meninggalkan makanan, minuman, dan syahwat demi mencari ridha Allah ﷻ.
Karena itu Allah ﷻ mengkhususkan puasa dengan kemuliaan tersendiri.
Dan disebutkan dalam hadist Qudsi :
الصوم لي وأنا أجزي به
(HR. Bukhari dan Muslim).
Artinya :
“Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
3. Puasa Menambah Iman dan Melatih Kesabaran
Puasa melatih seseorang untuk:
- sabar dalam ketaatan,
- sabar meninggalkan maksiat,
- sabar menghadapi takdir Allah yang menyakitkan.
Karena itu bulan ramadhan disebut bulan kesabaran.
﴾ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ ﴿
(QS. Az-Zumar: 10).
Artinya :
“Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan diberi pahala tanpa batas.”
(QS. Az-Zumar: 10).
4. Puasa Memudahkan Ibadah Lainnya
Saat berpuasa, seorang muslim lebih mudah melakukan ibadah dan ketaatan lainnya, seperti :
- istighfar,
- taubat,
- dzikir,
- tasbih,
- tahlil,
- membaca Al-Qur’an,
- shalat,
- sedekah.
dan seseorang apabila mengerjakan salah satu ibadah dari beberapa ibadah lainnya di bulan puasa, Allah ﷻ akan melipat gandakan amalannya dan ibadahnya di bulan tersebut.
5. Puasa Menahan Lisan dan Perbuatan Haram
Puasa mendidik diri agar menjauhi :
- mencela,
- memaki,
- ghibah,
- menyakiti orang lain,
- perbuatan maksiat.
Jika seseorang menjaga dirinya dari hal-hal tersebut, Maka ia telah meraih takwa.
6. Puasa Mengingatkan Nikmat Allah
Saat lapar dan haus, seorang muslim merasakan beratnya kekurangan. Ketika berbuka, ia menyadari besarnya nikmat makanan dan minuman yang Allah ﷻ berikan, lalu bersyukur.
Ia juga teringat saudara-saudaranya yang miskin dan kekurangan, sehingga terdorong untuk :
- berempati,
- berbuat baik,
- bersedekah,
- membantu sesama.
7. Puasa Menjaga dari Syahwat dan Perbuatan Keji
Rasulullah ﷺ bersabda :
يا معشر الشباب، من استطاع منكم الباءة فليتزوج، فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج، ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء
(HR. Bukhari dan Muslim).
Artinya :
“Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian mampu menikah maka menikahlah, karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barang siapa belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu menjadi perisai baginya.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
8. Puasa Bermanfaat bagi Kesehatan
Sebagian ulama menyebutkan bahwa para dokter menjelaskan puasa dapat:
- menjaga kesehatan,
- mengistirahatkan tubuh,
- membersihkan sisa-sisa yang berbahaya,
- menguatkan kembali tenaga tubuh.
Selama dilakukan sesuai tuntunan syariat dan tidak berlebihan.
و صلّى الله على نبيّنا محمّد و على آله و صحبه و سلّم

