teladan 6

SILSILAH BIOGRAFI SAHABAT NABI (5) ﷺ, SA’D BIN ABI WAQQASH رضي الله عنه

Nama dan Kelahirannya :

Beliau adalah Sa’d bin Abi Waqqash Al-Qurasyi Az-Zuhri. Ayahnya, Abu Waqqash, bernama Malik bin Wuhaib bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab.

Sa’d dilahirkan di Makkah, empat belas tahun sebelum diutusnya Nabi ﷺ.

Sa’d رضي الله عنه masuk Islam saat masih muda. Ada yang mengatakan ia adalah orang ketiga yang masuk Islam, dan ada pula yang mengatakan yang ketujuh. Ia termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira masuk surga, serta termasuk golongan yang pertama masuk Islam (as-sabiqun al-awwalun).

Ia menghadiri seluruh peperangan bersama Nabi ﷺ. Ia juga merupakan orang pertama yang melepaskan anak panah di jalan Allah, yaitu ketika ikut dalam ekspedisi (sariyah) pertama dalam Islam yang diutus Rasulullah ﷺ untuk menghadang kafilah Quraisy pada tahun pertama hijrah.

Nabi ﷺ memujinya dengan sabda beliau :

هَذَا خَالِي، فَلْيُرِنِي امْرُؤٌ خَالَهُ

Artinya : “Ini adalah pamanku, maka hendaklah seseorang memperlihatkan kepadaku pamannya.”
Hal ini karena Sa’d berasal dari Bani Zuhrah, sedangkan ibu Nabi ﷺ juga dari Bani Zuhrah.

Pada Perang Uhud, Nabi ﷺ sampai menebusnya dengan kedua orang tuanya, dengan bersabda :

ارْمِ فِدَاكَ أَبِي وَأُمِّي

Artinya : “Panahlah, demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu.”

Nabi ﷺ juga mendoakannya secara khusus :

اللَّهُمَّ سَدِّدْ رَمْيَتَهُ، وَأَجِبْ دَعْوَتَهُ

Artinya : “Ya Allah, tepatkanlah lemparannya dan kabulkanlah doanya.”

Maka ia pun menjadi orang yang sangat mahir dalam memanah dan sangat tajam penglihatannya.

Umar bin Khattab رضي الله عنه mengangkatnya sebagai panglima pasukan untuk memerangi Persia. Ia berhasil mengalahkan mereka dalam Perang Qadisiyah dan menaklukkan istana Kisra di Irak.

Umar juga mengangkatnya sebagai gubernur Kufah, setelah kota itu dibangun oleh Sa’d pada tahun 17 H atas perintah Umar. Ia juga termasuk salah satu dari enam anggota dewan syura yang ditunjuk oleh Umar untuk memilih khalifah setelahnya.

Ia dikenal sebagai orang yang zuhud, wara’, dan menjauhi fitnah. Di antara wasiatnya kepada anaknya :

يا بُنَيَّ، إذا أردتَ أنْ تُصلِّيَ؛ فأَحْسِنِ الوضوءَ، وصَلِّ صلاةً ترى أنَّك لا تُصلِّي بعدَها أبدًا، وإيَّاكَ والطَّمعَ؛ فإنَّه فقرٌ حاضرٌ، وعليكَ بالإياسِ؛ فإنَّه الغِنَى، وإيَّاكَ وما يُعْتَذَرُ منه مِنَ القولِ والعملِ، وافعلْ ما بدا لك

Artinya : “Wahai anakku, jika engkau hendak shalat, maka sempurnakanlah wudhu, dan shalatlah seperti shalat seseorang yang merasa tidak akan shalat lagi setelah itu. Jauhilah sifat tamak, karena itu adalah kemiskinan yang nyata. Peganglah sikap tidak berharap (terhadap apa yang ada di tangan manusia), karena itu adalah kekayaan. Dan jauhilah ucapan dan perbuatan yang engkau harus meminta maaf karenanya. Lakukanlah apa yang menurutmu benar.”

Wafatnya :

Beliau رضي الله عنه wafat pada tahun 55 Hijriyah di Al-‘Aqiq, dan dimakamkan di Madinah. Ia merupakan sahabat dari kalangan Muhajirin yang terakhir wafat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *