tazkiyah nafs 4

Dalil dari kejujuran Nabi ﷺ adalah Kefasihan dan Keindahan Ucapan Nabi ﷺ

Segala puji bagi Allah dan cukuplah Dia, serta shalawat dan salam atas hamba-hamba-Nya yang terpilih.

Sudah menjadi tabiat akal yang sehat bahwa ia tidak menerima suatu klaim tanpa bukti yang jelas, dan tidak menerima suatu perkara yang diperselisihkan kecuali dengan dalil yang sahih dan hujah yang kuat yang melahirkan keyakinan serta menghilangkan keraguan. Semakin besar suatu klaim, maka semakin besar pula tuntutan akan bukti.

Ketika seseorang datang dan berkata bahwa dirinya adalah utusan dari Allah, didukung oleh wahyu, bahwa ketaatan kepadanya adalah kewajiban, dan keselamatan bergantung pada membenarkan serta mengikutinya, maka akal berhak berhenti dan bertanya:
Apa bukti atas klaim besar ini?

Karena bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran Rasulullah ﷺ sangat banyak dan beragam, penulis memilih dua belas dalil yang berbeda. Masing-masing dibahas dalam artikel tersendiri, sehingga membentuk rangkaian tulisan yang saling menguatkan dalam membuktikan kebenaran Nabi ﷺ tanpa menyisakan keraguan sedikit pun. Dalam artikel ini, akan dibahas dalil kedelapan, yaitu:
Kefasihan beliau ﷺ dan keindahan tutur katanya.

Fasihnya Nabi ﷺ sebagai Bukti Kenabian

Wahai pembaca yang mulia, telah menjadi kesepakatan para ahli bahasa dan sastra bahwa kefasihan dan retorika tidak diperoleh secara instan. Seseorang tidak akan mencapai puncaknya kecuali melalui latihan panjang, usaha besar dalam menyusun kata, belajar dari para ahli bahasa, serta memiliki wawasan bacaan yang luas.

Namun Rasulullah ﷺ tumbuh sebagai seorang yang ummi (tidak membaca dan menulis) di tengah masyarakat yang juga ummi. Beliau tidak membaca kitab, tidak menulis, tidak belajar pada guru, dan tidak duduk di majelis sastra. Akan tetapi, beliau mencapai puncak kefasihan dan keindahan bahasa.

Semua orang, baik yang dekat maupun jauh, bersaksi bahwa beliau :

  • Orang yang paling fasih lisannya
  • Paling indah penuturannya
  • Paling kuat pengaruh ucapannya

Jika beliau berbicara, akal manusia terpikat.
Jika beliau berkhutbah, hati menjadi tergerak.
Jika beliau menasihati, pendengar tunduk dan tersentuh.

Beliau diberikan kemampuan luar biasa :

  • Keindahan susunan kata
  • Kedalaman makna
  • Kekuatan pesan

Ucapannya singkat namun padat, sehingga menjadi pepatah yang dihafal, diriwayatkan dengan sanad, dijelaskan dalam kitab-kitab, dan diambil hikmahnya. Bahkan menjadi dasar dalam ilmu :

  • Kepemimpinan
  • Pendidikan
  • Manajemen
  • Pengembangan diri
Dari Mana Asal Kefasihan Itu?

Bagaimana mungkin seorang yang tidak membaca dan menulis, di tengah kaum yang juga tidak berpendidikan, mampu mengucapkan kata-kata yang tidak mampu ditandingi para ahli bahasa dan sastrawan ?

Tidak diragukan lagi, ini bukan hasil usaha manusia biasa, melainkan karunia dari Allah ﷻ dan dukungan Ilahi, agar beliau dapat menyampaikan risalah dengan jelas, kuat, dan menyentuh.

Dalil Hadis tentang Keistimewaan Ucapan Nabi ﷺ

Dalam hadis shahih riwayat Muslim, Nabi ﷺ bersabda :

نُصِرْتُ بالرُّعْبِ وأُوتِيتُ جَوَامِعَ الكَلِمِ

( HR. Muslim ).

Artinya : “Aku ditolong dengan rasa takut (yang ditanamkan pada musuh) dan aku diberi jawāmi‘ul kalim (kemampuan berbicara singkat namun padat makna).”

( HR. Muslim ).

Para sahabat dan ulama juga memberikan kesaksian, diantaranya :

Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه berkata :

كان إذا تكلّمَ تَلَأْلَأَ كأنَّ نورًا يخرجُ من بين ثناياه

Artinya : “Jika beliau berbicara, seakan cahaya keluar dari sela-sela giginya.”

Abu Hurairah رضي الله عنه berkata :

ما رأيتُ أحدًا أسرعَ في كلامٍ ولا أفصحَ من رسول اللهِ صلى الله عليه وسلم

Artinya : “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih cepat dan lebih fasih bicaranya daripada Rasulullah ﷺ.”

Al-Barra’ bin ‘Azib رضي الله عنه berkata :

ما رأيتُ أحدًا أحسنَ حديثًا من رسول الله صلى الله عليه وسلم

Artinya : “Aku tidak pernah mendengar ucapan yang lebih indah daripada ucapan Rasulullah ﷺ.”

Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata :

كان النبيُّ صلى الله عليه وسلم إذا تكلمَ خشعت له القلوب، وذرفت منه العيون، وأصغت له الأسماع، كأنهُ ينطقُ عن ربّ العزة


“Artinya : Jika Nabi berbicara, hati menjadi khusyuk, mata menangis, dan telinga mendengarkan dengan penuh perhatian.”

Ibnul Qayyim رحمه الله berkata :

كان صلى الله عليه وسلم أفصحَ خلقِ الله، وأعذبهم كلامًا، وأسرعَهم أداءً، وأبلغَهم معنى، كانَ إذا تكلّمَ، تكلّمَ بكلامٍ مُفصلٍ مُبينٍ، لا يملّهُ سامعٌ، ولا يعجزُ عن حفظه حافِظٌ

Artinya : “Beliau adalah manusia paling fasih, paling indah ucapannya, paling cepat penyampaiannya, dan paling dalam maknanya.”

Adz-Dzahabi رحمه الله berkata :

فلو لم يكن للنبي صلى الله عليه وسلم من المعجزات إلا فصاحةُ لسانه، وبلاغةُ بيانه، لكفى ذلك في إثبات نبوته،

Artinya : “Seandainya tidak ada mukjizat Nabi selain kefasihan lisannya, itu sudah cukup menjadi bukti kenabiannya.”

    Maka semua kesaksian yang saling menguatkan ini menunjukkan dan menegaskan bahwa kefasihan dan keindahan tutur kata Nabi ﷺ merupakan mukjizat kenabian serta sarana ilahi untuk menyampaikan risalah. Dan sesungguhnya beliau ﷺ sebagaimana firman Allah ﷻ :

    وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى  ۝٣ اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰىۙ ۝٤

    ( QS. An – Najm : 3-4 ).

    Artinya : “Dan tidaklah dia (Muhammad) berbicara menurut hawa nafsunya. Tidak lain (apa yang diucapkannya itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”
    ( QS. An-Najm: 3–4 ).

    Dan dengan demikian, menjadi jelas bagi setiap orang yang adil dan jujur bahwa kefasihan Rasulullah ﷺ dan keindahan tutur katanya merupakan salah satu bukti paling kuat dan pasti atas kebenaran beliau. Bahwa beliau adalah nabi yang mendapat dukungan dari Tuhannya, tulus dalam dakwahnya, dan jujur dalam menyampaikan risalahnya.

    Barang siapa yang tidak merasa cukup dengan bukti ini, maka tidak akan ada bukti lain yang mampu meyakinkannya, dan tidak ada penjelasan yang dapat memberinya petunjuk.

    Namun demikian, pada artikel berikutnya kita akan membahas saksi lain dari bukti-bukti kebenaran kenabian.

    Kita memohon kepada Allah ﷻ agar melapangkan dada kita semua untuk menerima kebenaran, dan memberi kita petunjuk ke jalan yang lurus.

    Tinggalkan Komentar

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *