Nama, Kelahiran, dan Perjalanan Menuntut Ilmu :
Beliau adalah Muhammad bin Idris bin al-Mundzir bin Dawud bin Mahran, al-Hanzhali al-Ghathafani ar-Razi.
Beliau lahir pada tahun 195 H. Sejak usia dini beliau telah menyegerakan diri dalam menuntut ilmu hadits dan menulis ilmu. Ia mulai menulis hadits pada usia 14 tahun, dan melakukan perjalanan ilmiahnya yang pertama pada usia 18 tahun, yaitu pada tahun 213 H, yang berlangsung selama lebih dari tujuh tahun. Beliau melakukan perjalanan ilmiah lainnya pada tahun 242 H.
Dalam perjalanan-perjalanan tersebut, beliau menanggung berbagai kesulitan dan kepayahan. Pernah beliau menghitung jarak yang ditempuh dengan berjalan kaki pada perjalanan pertamanya, dan hasilnya mendekati perjalanan empat bulan dengan berjalan serius, kemudian beliau berhenti menghitungnya karena begitu jauhnya perjalanan tersebut.
Guru-Guru Beliau :
Beliau meriwayatkan hadits dari jumlah guru yang sangat banyak, hingga sulit dihitung. Al-Khalili berkata :
“Abu Hatim al-Labban al-Hafizh berkata kepadaku: Aku telah mengumpulkan nama-nama orang yang diriwayatkan oleh Abu Hatim ar-Razi, dan jumlah mereka mendekati tiga ribu orang.”
Di antara guru-guru beliau adalah :
- Imam Ahmad bin Hanbal
- Adam bin Abi Iyas
- ar-Rabi‘ bin Sulaiman al-Muradi
- Sa‘id bin Abi Maryam
- Abdullah bin Shalih, penulis al-Laits
- Abdul Malik bin Qarib al-Ashma‘i
- Ubaidullah bin Abdil Karim Abu Zur‘ah ar-Razi (sahabat dekatnya)
- ‘Amr bin ‘Ali al-Fallas
- Qutaibah bin Sa‘id
- Muhammad bin Basyar (Bundar)
- Yahya bin Ma‘in
- Yunus bin ‘Abdil A‘la
Murid-Murid Beliau :
Banyak ulama besar yang meriwayatkan hadits dari beliau, di antaranya :
- Ibrahim al-Harbi.
- Ibnu Majah.
- Abu Bakr bin Abi ad-Dunya.
- Abu Dawud.
- Abu Zur‘ah ad-Dimasyqi
- Abu Zur‘ah ar-Razi (sahabatnya).
- ar-Rabi‘ bin Sulaiman al-Muradi (yang juga termasuk gurunya).
- Abdurrahman bin Abi Hatim (putranya).
- an-Nasa’i.
- Ibnu Sha‘id.
- Yunus bin ‘Abdil A‘la (yang juga termasuk gurunya).
Pujian Para Ulama Terhadap Beliau :
Imam Adz-Dzahabi berkata tentang beliau :
“Beliau adalah imam, hafizh, kritikus hadits, guru para ahli hadits. Termasuk lautan ilmu. Ia menjelajah berbagai negeri, unggul dalam matan dan sanad, mengumpulkan dan menyusun kitab, melakukan jarh dan ta‘dil, menshahihkan dan menjelaskan cacat hadits.”
Abdurrahman bin Abi Hatim berkata :
“Aku mendengar Musa bin Ishaq al-Qadhi berkata: Aku tidak pernah melihat orang yang lebih kuat hafalannya daripada ayahmu.”
Al-Khalili berkata :
“Abu Hatim adalah orang yang sangat memahami perbedaan pendapat para sahabat, fikih para tabi‘in dan generasi setelah mereka.”
Ali bin Ibrahim al-Qaththan berkata :
“Aku tidak pernah melihat orang yang lebih menyeluruh ilmunya dan lebih utama daripada Abu Hatim.”
Ahmad bin Salamah an-Naisaburi berkata :
“Aku tidak pernah melihat setelah Ishaq dan Muhammad bin Yahya, orang yang lebih hafal hadits dan lebih memahami maknanya daripada Abu Hatim ar-Razi.”
Yunus bin ‘Abdil A‘la berkata :
“Abu Zur‘ah dan Abu Hatim adalah dua imam Khurasan. Keberadaan mereka adalah kebaikan bagi kaum muslimin.”
Al-Khatib berkata :
“Abu Hatim termasuk imam-imam besar yang hafizh dan terpercaya.”
Imam Adz-Dzahabi juga berkata :
“Jika Abu Hatim menilai seseorang tsiqah, maka peganglah ucapannya. Namun jika ia melemahkan seseorang, maka perhatikan juga penilaian ulama lain, karena Abu Hatim dikenal sangat ketat dalam menilai perawi.”
Wafatnya :
Abu al-Husain bin al-Manadi dan selainnya berkata :
Beliau wafat pada bulan Sya‘ban tahun 277 H, dan ada pendapat bahwa beliau hidup selama 83 tahun.
Semoga Allah merahmati beliau.
Sumber :
Diambil dari Pendahuluan tahqiq kitab al-‘Ilal karya Ibnu Abi Hatim,
ditahqiq oleh : Dr. Sa’ad bin Abdullah Al Humaid dan Dr. Khalid bin Abdurrahman Al – Jarisi.

