buku ulum syar'i

Sebab-Sebab Datangnya Keberkahan dalam Ilmu

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Segala puji bagi Allah ﷻ , shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Sesungguhnya keberkahan dalam ilmu adalah salah satu tujuan terbesar dalam menuntut ilmu. Keberkahan bukanlah sekadar banyaknya hafalan atau luasnya wawasan, tetapi ilmu yang diamalkan, diajarkan, dan memberi manfaat bagi diri sendiri serta orang lain.

Bisa jadi seseorang hanya mengetahui satu ayat atau satu hadits, namun ia mengamalkannya dan menyampaikannya kepada orang lain, maka ilmunya lebih berkah dan lebih bermanfaat dibandingkan orang yang memiliki banyak ilmu tetapi tidak diamalkan dan tidak disebarkan.

Keutamaan Ilmu dalam Islam

Ilmu adalah karunia terbesar yang Allah ﷻ berikan kepada seorang hamba. Rasulullah ﷺ bersabda :

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
(Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memahamkannya dalam urusan agama).
(HR. Bukhari dan Muslim).

Ibnul Qayyim رحمه الله berkata :

“Hadits ini menunjukkan bahwa siapa yang tidak Allah  fahamkan dalam agamanya, maka Allah ﷻ tidak menghendaki kebaikan baginya.”

Allah ﷻ juga menegaskan bahwa orang berilmu tidak sama dengan yang tidak berilmu. Allah ﷻ berfirman :

هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ﴿
(Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?)
(QS. Az-Zumar: 9).

Dan firman-Nya :

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ﴿
(Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat).
(QS. Al-Mujādilah: 11).

Keutamaan Majelis Ilmu

Islam sangat memuliakan majelis ilmu dan dzikir. Rasulullah ﷺ bersabda :

لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
(Tidaklah suatu kaum duduk mengingat Allah, melainkan mereka dikelilingi para malaikat, diliputi rahmat, diturunkan ketenangan, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya).
(HR. Muslim).

Sebaliknya, majelis yang kosong dari dzikir dan ilmu akan berakhir dengan penyesalan. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ قَوْمٍ يَقُومُونَ مِنْ مَجْلِسٍ لَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ فِيهِ إِلَّا قَامُوا عَنْ مِثْلِ جِيفَةِ حِمَارٍ وَكَانَ لَهُمْ حَسْرَةً
(Tidaklah suatu kaum berdiri dari majelis yang tidak mereka ingat Allah di dalamnya, kecuali mereka berdiri seperti bangkai keledai dan majelis itu menjadi penyesalan bagi mereka).
(HR. Abu Dawud).

Ilmu adalah Satu-Satunya Perkara yang Diperintahkan untuk Ditambah

Allah ﷻ tidak memerintahkan Nabi-Nya ﷺ untuk meminta tambahan pada suatu perkara kecuali ilmu. Allah U berfirman :

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا ﴿
(Dan katakanlah: “Wahai Rabbku, tambahkanlah aku ilmu.”)
(QS. Ṭāhā: 114).

Ibnu Hajar رحمه الله berkata :

“Yang dimaksud dengan ilmu di sini adalah ilmu syar‘i yang mengenalkan seorang hamba terhadap kewajiban agamanya.”

Ilmu Mengangkat Derajat di Dunia dan Akhirat

Ilmu bukan hanya memuliakan seseorang di akhirat, tetapi juga di dunia. Banyak ulama yang Allah angkat derajatnya dengan sebab ilmu, meskipun mereka berasal dari latar belakang yang sederhana.

Hal ini menunjukkan bahwa kemuliaan sejati bukan pada rupa atau harta, tetapi pada ilmu dan ketakwaan.

Ilmu sebagai jalan menuju Ibadah yang shahih

Rasulullah ﷺ bersabda :

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
(Menuntut ilmu adalah kewajiban atas setiap muslim).
(HR. Ibnu Mājah, dishahihkan oleh Al-Albani).

Dengan ilmu, seorang hamba dapat beribadah kepada Allah ﷻ sesuai tuntunan dan terhindar dari kesesatan.

Keutamaan Penuntut Ilmu

Rasulullah ﷺ bersabda :

وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ… وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ
(Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya karena ridha kepada penuntut ilmu… dan para ulama adalah pewaris para nabi).
(HR. Abu Dawud).

Dan sabda beliau ﷺ :

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
(Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga).
(HR. Muslim).

Sebab-Sebab Datangnya Keberkahan dalam Ilmu

1. Ikhlas karena Allah

Keikhlasan adalah sebab utama keberkahan ilmu. Tanpa keikhlasan, ilmu justru menjadi petaka. Rasulullah ﷺ bersabda tentang orang pertama yang diseret ke neraka:

وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ… لِيُقَالَ عَالِمٌ
(Seorang yang belajar ilmu dan mengajarkannya agar disebut orang alim…)
(HR. Muslim).

2. Mengamalkan Ilmu

Ilmu yang tidak diamalkan akan menjadi hujjah atas pemiliknya. Rasulullah ﷺ bersabda:

يُؤْتَى بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ
(Didatangkan seorang laki-laki pada hari kiamat lalu dilemparkan ke neraka…)
(HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah ﷺ juga berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat).
(HR. Muslim).

3. Menyebarkan dan Mengajarkan Ilmu

Ilmu akan semakin berkah jika disebarkan. Allah ﷻ berfirman tentang Nabi Isa u :

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ ﴿
(Dan Dia menjadikanku seorang yang diberkahi di mana pun aku berada).
(QS. Maryam: 31).

Rasulullah ﷺ bersabda :

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
(Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya).
(HR. Muslim).

Dan pahala ilmu terus mengalir setelah wafat :

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ… أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ
(Jika anak Adam meninggal, terputus amalnya kecuali tiga… atau ilmu yang bermanfaat).
(HR. Muslim).

Penutup

Keberkahan ilmu diraih dengan ikhlas, mengamalkan, dan menyebarkannya. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang diberi ilmu yang bermanfaat, berkah, dan menjadi jalan keselamatan di dunia dan akhirat.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا عِلْمًا نَافِعًا، وَعَمَلًا صَالِحًا مُتَقَبَّلًا

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *