buku tazkiyah nafs

Istiqamah di Atas Agama Allah ﷻ

Istiqamah atau keteguhan di atas agama Allah ﷻ merupakan nikmat yang sangat agung. Tidak setiap orang yang beriman mampu bertahan di atas kebenaran hingga akhir hayatnya. Oleh karena itu, Allah ﷻ menjanjikan pertolongan dan keteguhan khusus bagi hamba-hamba-Nya yang benar-benar beriman.

Allah ﷻ berfirman :

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ﴿
(QS. Ibrāhīm: 27).

Artinya :
“Allah ﷻ meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan dunia dan di akhirat.”

Makna Ayat

Syaikh ‘Abdurrahman as-Sa‘di رحمه الله menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan janji Allah untuk meneguhkan orang-orang beriman, yaitu mereka yang memiliki iman yang benar di dalam hati, yang melahirkan amal saleh pada anggota badan.

Keteguhan tersebut Allah ﷻ berikan :

  1. Di dunia, ketika muncul syubhat (kerancuan pemikiran), Allah ﷻ memberi mereka petunjuk menuju keyakinan, dan ketika muncul syahwat, Allah ﷻ memberi mereka kekuatan untuk mendahulukan keridaan Allah ﷻ daripada hawa nafsu.
  2. Di akhirat, Allah ﷻ meneguhkan mereka saat menghadapi kematian dengan tetap di atas Islam dan husnul khatimah.
  3. Di alam kubur, ketika dua malaikat bertanya tentang Rabb, agama, dan nabi mereka, sehingga orang beriman mampu menjawab dengan benar.

Pentingnya Keteguhan

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata tentang ayat ini :

“Ayat ini adalah perbendaharaan yang sangat besar. Seorang hamba tidak akan mampu bertahan walau hanya sekejap kecuali dengan keteguhan dari Allah ﷻ. Jika Allah ﷻ tidak meneguhkannya, maka bangunan iman dalam dirinya akan runtuh.”

Allah ﷻ bahkan berfirman kepada Nabi Muhammad ﷺ :

وَلَوْلَا أَنْ ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدْتَ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئًا قَلِيلًا ﴿
(QS. Al-Isrā’: 74).

Artinya :
“Sekiranya Kami tidak meneguhkanmu, niscaya engkau hampir saja condong kepada mereka walaupun sedikit.”

Ini menunjukkan bahwa keteguhan adalah murni karunia Allah ﷻ dan sangat dibutuhkan oleh setiap hamba.

Sebab-Sebab Istiqamah di Atas Agama

1. Memohon Petunjuk kepada Allah

Allah ﷻ memerintahkan kita untuk selalu meminta petunjuk :

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿
(QS. Al-Fātiḥah: 6).

Artinya :

“Bimbinglah kami ke jalan yang lurus.”

Rasulullah ﷺ juga banyak berdoa agar diteguhkan imannya. Dari Ummu Salamah رضي الله عنها, ia berkata :

: كان أكثر دعاء النبي ﷺ
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Artinya:
“Doa yang paling sering dibaca Nabi ﷺ adalah : Wahai Yang Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

2. Berpegang Teguh dengan Sunnah

Al-Hasan al-Bashri رحمه الله berkata :

“Sunnah berada di antara sikap berlebih-lebihan dan meremehkan. Maka bersabarlah di atasnya. Ahlus Sunnah dahulu sedikit, dan mereka akan tetap sedikit hingga akhir zaman.”

3. Memperbanyak Dzikir dan Membaca Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah sebab terbesar keteguhan iman, terutama di masa fitnah. Allah ﷻ berfirman :

قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا ﴿
(QS. An-Naḥl: 102).

Artinya :

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ruhulkudus (Jibril) menurunkannya (Al-Qur’an) dari Tuhanmu dengan hak untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman”.

Dan firman-Nya:

كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ ﴿
(QS. Al-Furqān: 32).

Artinya :

“Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Nabi Muhammad) dengannya”.

4. Menjauhi Fitnah dan Sebab-Sebabnya

Tidak mendatangi tempat, media, atau lingkungan yang dapat merusak iman.

5. Bersahabat dengan Orang-Orang Saleh

Karena teman yang baik akan membantu dalam ketaatan, sedangkan teman yang buruk menyeret kepada kemaksiatan.

6. Tidak Tertipu oleh Dunia

Cinta dunia yang berlebihan adalah sebab banyak orang tergelincir dari jalan kebenaran.

7. Tidak Merasa Aman dari Maksiat

Merasa aman dari azab Allah akan mendorong seseorang terus bermaksiat dengan dalih rahmat Allah ﷻ.

8. Menolong Agama Allah dan Para Penegaknya

Terutama di masa ketika kebenaran sedikit pembelanya.

9. Merenungi Kisah Para Nabi dan Orang Saleh

Allah ﷻ berfirman :

وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ﴿
(QS. Hūd: 120).

Artinya :

“Semua kisah rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu (Nabi Muhammad), yaitu kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu.”

Penutup

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin رحمه الله berkata :

“Barang siapa menjaga agama Allah ﷻ, maka Allah ﷻ akan menjaganya, dan penjagaan terbesar adalah dijauhkan dari kesesatan.”

Semoga Allah ﷻ meneguhkan kita semua di atas agama-Nya, menjaga iman kita hingga akhir hayat, serta melindungi kita dari fitnah yang tampak maupun yang tersembunyi.

Wallāhu a‘lam.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, dan para sahabat beliau.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *