Ungkapan “Engkau adalah dokter bagi dirimu sendiri” cukup populer di tengah masyarakat. Maksudnya, setiap orang pada dasarnya mengetahui apa yang bermanfaat dan apa yang membahayakan dirinya, baik dalam urusan agama, kesehatan tubuh, maupun kesehatan jiwa. Allah ﷻ telah memberikan petunjuk yang jelas kepada manusia agar mampu membedakan antara jalan kebaikan dan jalan keburukan.
Allah ﷻ berfirman :
﴾ وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ ﴿
(QS. Al-Balad: 10).Artinya:
“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.”Syaikh Abdurrahman As-Sa‘di رحمه الله menjelaskan ayat ini dengan berkata :
“Yaitu dua jalan: jalan kebaikan dan jalan keburukan. Allah ﷻ telah menjelaskan kepadanya petunjuk dari kesesatan, dan jalan lurus dari jalan menyimpang.”
Menjaga Kesehatan Tubuh dalam Pandangan Islam
Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kesehatan. Apabila seseorang menjaga dirinya dengan mengonsumsi yang halal dan menjauhi yang haram, maka ia akan merasakan kesehatan, ketenangan, dan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat.
Para ulama telah banyak membahas masalah kesehatan. Di antaranya adalah Imam Ibnul Qayyim رحمه الله yang berkata:
“Penyakit itu ada dua macam: penyakit hati dan penyakit badan. Keduanya disebutkan dalam Al-Qur’an.”
Tentang pengobatan jasmani, beliau juga berkata :
“Pengobatan badan terbagi menjadi dua:
- Pengobatan yang bersifat alami, seperti lapar dan haus.
- Pengobatan yang membutuhkan pemikiran dan usaha, seperti mengobati penyakit.”
Pengobatan Nabi ﷺ dan Prinsip Dasarnya
Ibnul Qayyim رحمه الله menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ :
- Berobat ketika sakit.
- Menganjurkan pengobatan kepada keluarga dan sahabatnya.
- Lebih banyak menggunakan obat-obatan sederhana (alami) daripada obat campuran.
Para dokter sepakat bahwa :
- Jika bisa diobati dengan makanan, maka tidak beralih ke obat.
- Jika bisa dengan obat sederhana, tidak beralih ke obat campuran.
- Tidak semua penyakit harus langsung diobati dengan obat keras.
Dalil tentang Setiap Penyakit Ada Obatnya
Rasulullah ﷺ bersabda :
«لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ، بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ»
(HR. Muslim).
Artinya:
“Setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat itu tepat mengenai penyakitnya, maka ia akan sembuh dengan izin Allah ﷻ .”
Dan dalam riwayat lain :
«مَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنْ دَاءٍ إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً»
(HR. Bukhari dan Muslim).
Artinya:
“Allah tidak menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga menurunkan obatnya.”
Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa pengobatan adalah bagian dari ikhtiar, dan tidak bertentangan dengan tawakal.
Menjaga Pola Makan: Kunci Kesehatan
Rasulullah ﷺ bersabda :
«مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ…»
(HR. Tirmidzi, hasan shahih).
Artinya :
“Tidak ada wadah yang diisi oleh manusia lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang menegakkan tulang punggungnya. Jika harus lebih, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napas.”
Hadits ini mengajarkan keseimbangan dalam makan, karena kekenyangan berlebihan melemahkan tubuh dan hati.
Jenis Pengobatan dalam Sunnah
Pengobatan Nabi ﷺ terbagi menjadi tiga :
- Pengobatan alami (makanan, minuman, herbal)
- Pengobatan ilahiyah (doa, dzikir, ruqyah syar‘iyyah)
- Gabungan keduanya
Termasuk pengobatan sunnah adalah madu, bekam, dan ruqyah syar’iyyah dengan doa-doa yang shahih.
Penutup
Maka jadilah engkau dokter bagi dirimu sendiri. Janganlah engkau menjadi sebab datangnya mudarat bagi dirimu dengan meninggalkan petunjuk Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ. Barang siapa yang menjauh dari manhaj Rabb-nya dan sunnah Nabi-Nya, niscaya hidupnya akan penuh dengan kelelahan dan kegelisahan.
Semoga Allah ﷻ membimbing kita semua kepada kebaikan, keberkahan, dan amal saleh yang diridhai-Nya.
Wallāhu a‘lam.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, dan seluruh sahabat beliau.

