Iman kepada Rububiyyah Allah ﷻ
Iman kepada Rububiyyah Allah ﷻ adalah meyakini bahwa Allah ﷻ adalah Rabb (Tuhan) bagi segala sesuatu, tidak ada sekutu bagi-Nya dan tidak ada yang membantu-Nya dalam mengatur alam semesta.
Rabb adalah Dzat yang memiliki tiga sifat utama, yaitu :
- الخلق (Menciptakan)
- الملك (Memiliki/Menguasai)
- التدبير (Mengatur/Mengelola)
Ketiga sifat tersebut khusus milik Allah ﷻ . Tidak ada pencipta selain Allah ﷻ, tidak ada pemilik hakiki selain Dia, dan tidak ada pengatur alam semesta selain-Nya.
Iman kepada Rububiyyah Allah ﷻ adalah meyakini bahwa Allah ﷻ adalah Rabb (Tuhan) bagi segala sesuatu, tidak ada sekutu bagi-Nya dan tidak ada yang membantu-Nya dalam mengatur alam semesta.
Dalil-dalilnya
Allah ﷻ berfirman :
﴾ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ﴿
(QS. Al-A‘raf: 54).
Artinya :“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah ﷻ.”
(QS. Al-A‘raf: 54).
Dan Allah ﷻ berfirman :
﴾ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ ﴿
(QS. Fatir: 13).
Artinya :“Yang demikian itu adalah Allah ﷻ Tuhanmu; milik-Nya-lah segala kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru selain Dia tidak memiliki apa pun walaupun setipis kulit ari biji kurma.”
(QS. Fatir: 13).
Dan Allah ﷻ berfirman :
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ ﴿
﴾ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُون
(QS. Al-Baqarah: 164).
Artinya :“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut membawa apa yang bermanfaat bagi manusia, apa yang Allah turunkan dari langit berupa air lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi setelah mati (kering)-nya, dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, serta pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.”
(QS. Al-Baqarah: 164).
Dan Allah ﷻ berfirman :
﴾ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿
(QS. Ar-Rum: 40).
Artinya :“Allah ﷻ yang menciptakan kalian, kemudian memberi rezeki kepada kalian, kemudian mematikan kalian, kemudian menghidupkan kalian kembali. Adakah di antara sekutu-sekutu kalian yang dapat melakukan sesuatu dari yang demikian itu? Maha Suci Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.”
(QS. Ar-Rum: 40).
Pengakuan Seluruh Makhluk terhadap Rububiyyah Allah ﷻ
Seluruh makhluk pada hakikatnya mengakui rububiyyah Allah ﷻ dan mengakui bahwa Dia yang mengatur urusan makhluk-Nya. Dialah yang menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan, dan mematikan mereka. Mereka tidak menisbatkan perbuatan-perbuatan tersebut kepada selain Allah ﷻ.
Termasuk dalam hal ini adalah orang-orang musyrik pada zaman Nabi ﷺ. Mereka sebenarnya mengakui bahwa Allah ﷻ adalah Pencipta, tetapi mereka tetap menyekutukan Allah ﷻ dalam ibadah (uluhiyyah).
Allah ﷻ berfirman :
﴾ وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ ﴿
(QS. Az-Zukhruf: 9).
Artinya :“Dan sungguh jika engkau bertanya kepada mereka, ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?’ niscaya mereka akan menjawab, ‘Yang menciptakannya adalah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.’”
(QS. Az-Zukhruf: 9).
Orang yang Mengingkari Rububiyyah Allah ﷻ
Tidak diketahui ada seorang pun dari makhluk yang benar-benar mengingkari rububiyyah Allah ﷻ kecuali orang yang bersikap sombong dan keras kepala, bukan karena keyakinan hati, seperti yang terjadi pada Fir‘aun ketika ia mengaku sebagai tuhan.
Pengakuan tersebut bukan karena keyakinan, melainkan kesombongan dan penolakan terhadap kebenaran.
Allah ﷻ berfirman tentang ucapan Nabi Musa kepada Fir‘aun :
﴾ قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا أَنْزَلَ هَؤُلَاءِ إِلَّا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بَصَائِرَ وَإِنِّي لَأَظُنُّكَ يَافِرْعَوْنُ مَثْبُورًا ﴿
(QS. Al-Isra: 102).
Artinya : “Musa berkata: ‘Sungguh kamu telah mengetahui bahwa tidak ada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sesungguhnya aku mengira engkau, wahai Fir‘aun, pasti akan binasa.’”
(QS. Al-Isra: 102).
Dan Allah ﷻ berfirman :
﴾ وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ﴿
(QS. An-Naml: 14).
Artinya :“Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan, padahal hati mereka meyakini kebenarannya.”
(QS. An-Naml: 14).
و صلّى الله على نبيّنا محمّد و على آله و صحبه و سلّم

