akhlak 7

Akhlak yang Baik

Puasa yang paling mudah adalah menahan diri dari makan dan minum, dan hal itu mampu dilakukan oleh banyak orang. Adapun puasa jiwa dari hal-hal yang telah biasa ia lakukan berupa syahwat (keinginan hawa nafsu), maka tidak mampu melakukannya kecuali orang yang telah menyucikan dirinya dan hatinya dipenuhi dengan ketakwaan.

Maka puasa yang diterima adalah puasa yang mampu mencegah pelakunya dari kemaksiatan, serta menghiasi jiwa dengan akhlak yang baik.

Sebagaimana sabda Nabi ﷺ :

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فلا يَرْفُثْ ولَا يَجْهلْ، وإنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إنِّي صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ

( HR. Bukhari dan Muslim ).

Artinya : “Puasa adalah perisai. Maka janganlah ia berkata kotor dan jangan pula berbuat bodoh (jahil). Jika seseorang memeranginya atau mencacinya, maka hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa,’ (diucapkan) dua kali.”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Dan juga sabda beliau ﷺ :

مَن لم يدع قول الزور والعمل به، فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه

( HR. Bukhari ).

Artinya : “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum.”
(HR. Bukhari).

Akhlak yang baik dapat menyamai shalat dan puasa :

إنَّ الرجلَ لَيدرِكُ بحُسنِ خُلُقِه درجةَ القائمِ باللَّيلِ، الظامئِ بالهواجِرِ

( Shahih Targhib wat Tarhib ).

Artinya : “Sesungguhnya seseorang benar-benar dapat mencapai derajat orang yang shalat malam dan berpuasa di siang hari hanya dengan akhlaknya yang baik.”
( Shahih At-Targhib wat Tarhib ).

Dengan akhlak yang baik pula, timbangan amal menjadi berat.

ما مِن شيءٍ أثقلُ في الميزانِ من حُسنِ الخُلُق

( Shahih at Targhib ).

Artinya : “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (amal) daripada akhlak yang baik.”
( Shahih At-Targhib ).

Dan risalah Islam hampir seluruhnya berporos pada penanaman akhlak yang mulia. Nabi ﷺ bersabda :

إنَّما بُعِثْتُ لأُتممَ صالحَ الأخلاقِ

( HR. Ahmad ).

Artinya : “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
( HR. Ahmad ).

Maka alangkah mulianya risalah ini dan alangkah mulianya Rasulnya. Allah ﷻ telah memuji beliau dengan firman-Nya :

﴾ وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ ﴿

( QS. Al – Qalam : 4 ).

Artinya : “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berada di atas akhlak yang agung.”
( QS. Al-Qalam: 4 ).

Akhlak yang agung yang membuat takjub siapa saja yang mengenalnya dan sering bergaul dengannya. Pelayan beliau, Anas رضي الله عنه berkata :

ولقد خدمت رَسُول اللهِ عشر سنين، فما قال لي قط: أُف، ولا قال لشيء فعلته: لِمَ فعلته، ولا لشيء لم أفعلـه: ألا فعلت كذا

( HR. Bukhari dan Muslim ).

Artinya : “Aku telah melayani Rasulullah selama sepuluh tahun. Beliau tidak pernah sekalipun berkata kepadaku: ‘Ah’ (ungkapan kesal), tidak pula berkata terhadap sesuatu yang aku lakukan: ‘Mengapa engkau lakukan itu?’, dan tidak pula terhadap sesuatu yang tidak aku lakukan: ‘Mengapa engkau tidak melakukan itu?’”
( HR. Bukhari dan Muslim ).

Maka hendaklah kita meneladani Rasul kita agar bertambah sempurna iman kita.

أكمل المؤمنين إيمانًا أحسنهم خلقًا

( Shahih at Targhib ).

Artinya : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”
( Shahih At-Targhib ).

Dan hendaklah kita berhati-hati dari buruknya akhlak, karena ia dapat menghapus pahala kebaikan.

Ada seorang laki-laki berkata :

يا رَسولَ اللهِ، إنَّ فُلانةَ يُذكَرُ مِن كَثرةِ صَلاتِها وصَدقَتِها وصيامِها، غيرَ أنَّها تُؤذي جيرانَها بِلِسانِها! قال: هيَ في النَّارِ، قال: يا رَسولَ اللهِ، فإنَّ فُلانةَ يُذكَرُ مِن قِلَّةِ صيامِها وصَدقَتِها وصَلاتِها، وإنَّها تَتَصدَّقُ بالأَثوارِ مِن الأَقِط، وَلا تُؤذي جيرانَها بِلسانِها؟ قال: هيَ في الجنَّةِ

( HR. Muslim ).

Artinya : “Wahai Rasulullah ﷺ, sesungguhnya si fulanah dikenal banyak melakukan shalat, sedekah, dan puasa, namun ia menyakiti tetangganya dengan lisannya.”

Beliau ﷺ bersabda :

“Dia di dalam neraka.

Orang itu berkata lagi:
“Wahai Rasulullah ﷺ, ada pula si fulanah yang dikenal sedikit puasa, sedekah, dan shalatnya, namun ia bersedekah dengan potongan-potongan kecil keju (makanan sederhana), dan tidak menyakiti tetangganya dengan lisannya.”

Beliau ﷺ bersabda :

“Dia di dalam surga.”
( HR. Muslim ).

Nabi ﷺ bersabda :

إنَّ المُفْلِسَ مِن أُمَّتي يَأْتي يَومَ القِيامَةِ بصَلاةٍ، وصِيامٍ، وزَكاةٍ، ويَأْتي قدْ شَتَمَ هذا، وقَذَفَ هذا، وأَكَلَ مالَ هذا، وسَفَكَ دَمَ هذا، وضَرَبَ هذا، فيُعْطَى هذا مِن حَسَناتِهِ، وهذا مِن حَسَناتِهِ، فإنْ فَنِيَتْ حَسَناتُهُ قَبْلَ أنْ يُقْضَى ما عليه، أُخِذَ مِن خَطاياهُمْ فَطُرِحَتْ عليه، ثُمَّ طُرِحَ في النَّارِ

( HR. Muslim ).

Artinya : “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat. Namun ia datang dalam keadaan pernah mencela orang ini, menuduh orang itu, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang lain, dan memukul orang lain. Maka diberikanlah kepada orang-orang itu pahala dari kebaikannya. Jika pahala kebaikannya telah habis sebelum selesai menunaikan (hak-hak mereka), maka diambil dosa-dosa mereka lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka.”
( HR. Muslim ).

Puasa adalah sebuah latihan untuk membina dan menyucikan jiwa. Maka apabila engkau berpuasa, hendaklah pendengaranmu, penglihatanmu, dan lisanmu juga ikut berpuasa dari dusta dan perkara-perkara yang haram.

Tinggalkanlah menyakiti tetangga, dan hendaklah engkau bersikap tenang serta penuh wibawa pada hari puasamu. Janganlah engkau jadikan hari puasamu sama dengan hari ketika engkau tidak berpuasa.

اللّهم حسِّن أخلاقنا يا سميع الدعاء

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *