dzkir 6

Doa adalah Senjata Orang yang Beriman

Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang lemah, meskipun ia memiliki berbagai sarana dan kekuatan. Ia tidak mampu sepenuhnya menjaga dirinya sendiri ataupun menjaga organ-organ tubuhnya. Sebuah duri kecil saja dapat melukainya, tersedak sesuatu bisa membahayakan nyawanya, dan kegelisahan serta kesedihan dapat membuatnya tidak tenang.

Karena itu, tidak ada kekuatan yang sejati selain kekuatan Allah. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Nya. Maka seorang mukmin membutuhkan doa sebagai sarana untuk memohon pertolongan, perlindungan, dan rahmat dari Allah ﷻ.

Doa adalah bentuk penghambaan seorang hamba kepada Rabb-nya, sekaligus bukti bahwa manusia sangat membutuhkan Allah dalam setiap keadaan. Dengan berdoa, seorang mukmin menunjukkan kerendahan hati, pengharapan, dan ketergantungannya kepada Allah ﷻ.

Kita Sangat Membutuhkan Allah

Kita semua adalah orang-orang yang fakir di hadapan Allah ﷻ. Dari-Nya kita memohon pertolongan dan penjagaan, karena Dialah Rabb kita dan kita adalah hamba-hamba-Nya. Penghambaan yang sempurna menuntut adanya rasa sangat membutuhkan kepada Allah ﷻ serta ketergantungan yang kuat kepada-Nya.

Semakin besar ketergantungan seorang hamba kepada Rabb-nya, maka itu menunjukkan semakin sempurna ibadahnya. Karena itu, doa memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam.

Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :

إِنَّ الدُّعَاءَ هُوَ الْعِبَادَةُ

( HR.Ahmad ).

Artinya : “Sesungguhnya doa itu adalah ibadah.”

( HR.Ahmad ).

Kemudian Nabi ﷺ membaca firman Allah ﷻ :

﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ ﴿

( QS. Ghafir : 60 ).

Artinya : “Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan untukmu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina.”
( QS. Ghafir: 60 ).

Doa adalah Ibadah dan Sebab Kebaikan

Ya, benar bahwa doa adalah ibadah. Doa juga termasuk sebab yang paling kuat untuk menolak berbagai keburukan dan untuk memperoleh apa yang diinginkan. Ia merupakan ibadah yang mudah dan ringan, tidak terikat oleh tempat, waktu, ataupun keadaan tertentu. Doa hanya membutuhkan hati yang hidup dan bergetar, serta lisan yang mengucapkannya.

Jika kita memperhatikan kehidupan Nabi ﷺ, kita akan mendapati bahwa beliau selalu bergantung kepada Rabb-nya dalam setiap waktu. Beliau senantiasa berdzikir dan berdoa sejak bangun dari tidur hingga kembali tidur lagi. Dalam seluruh keadaan hidupnya, perasaan, dan aktivitas sehari-harinya, beliau selalu berada dalam dzikir dan doa. Karena itu, Nabi ﷺ membimbing umatnya untuk senantiasa berdoa dan mendorong mereka agar tidak meninggalkannya.

Di antara sabda beliau yang shahih adalah :

ليس شيء أكرم على الله من الدعاء

( HR. Ahmad ).

Artinya : “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa.”

( HR.Ahmad ).

Beliau ﷺ juga bersabda :

إنَّ أبخلَ النَّاسِ مَن بخِل بالسَّلامِ، وأعجَزَ النَّاسِ مَن عجَز عن الدعاء

( HR. Musnad Abu Ya’la ).

Artinya : “Manusia yang paling bakhil adalah orang yang bakhil mengucapkan salam, dan manusia yang paling lemah adalah orang yang lemah untuk berdoa.”

( HR. Musnad Abu Ya’la ).

Dalam hadits lain beliau ﷺ bersabda :

لا يَرُدُّ القضاءَ إلَّا الدُّعاءُ، ولا يزيدُ في العُمُرِ إلَّا البِرُّ

( HR. Tirmidzi ).

Artinya : “Tidak ada yang dapat menolak takdir selain doa, dan tidak ada yang dapat menambah umur selain berbuat baik.”

( HR. Tirmidzi ).

beliau ﷺ juga bersabda :

أَقْرَبُ ما يَكونُ العَبْدُ مِن رَبِّهِ، وهو ساجِدٌ، فأكْثِرُوا الدُّعاءَ

( HR. Muslim ).

Artinya : “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud, Maka perbanyaklah berdoa”.

( HR. Muslim ).

Maka hendaknya kita memperbanyak doa, karena Allah ﷻ itu dekat lagi Maha Mengabulkan. Allah ﷻ berfirman :

﴾ وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ ﴿

( QS. Al – Baqarah : 186 ).

Artinya : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh petunjuk.”
(QS. Al-Baqarah: 186).

Hendaklah kita memiliki waktu-waktu khusus untuk menyendiri bersama Allah ﷻ, mengungkapkan kebutuhan dan ketergantungan kita kepada-Nya.

و صلّى اللّه على نبيّنا محمّد و على آله و صحبه و سلّم

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *