Nama dan Kelahirannya
Beliau adalah Abu Ubaidah ‘Amir bin Abdullah bin al-Jarrah, seorang sahabat mulia dari Quraisy.
Beliau lahir sekitar 40 tahun sebelum hijrah Nabi ﷺ.
Kepribadiannya dan Keutamaannya
Abu Ubaidah radhiyallahu ‘anhu dikenal sebagai sahabat yang bertubuh kurus, tinggi, dan ringan janggutnya, zuhud terhadap dunia, Wara’ (berhati-hati dalam agama), berakhlak mulia, lembut, dan tawadhu, dan luas ilmunya tentang Al-Qur’an dan Sunnah.
Beliau termasuk As-Sabiqun al-Awwalun (orang-orang pertama yang masuk Islam) dan termasuk sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.
Allah ﷻ berfirman :
﴾ وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ﴿
(QS. At-Taubah: 100).
Artinya : “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama (masuk Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshar, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya.”
(QS. At-Taubah: 100).
Ia berhijrah ke Habasyah pada hijrah yang kedua, dan ia menyaksikan (mengikuti) seluruh peperangan bersama Nabi ﷺ.
Pengorbanan di Perang Uhud
Dalam Perang Uhud, dua mata rantai besi dari helm Nabi ﷺ menancap di pipi beliau. Abu Ubaidah mencabutnya dengan giginya hingga dua gigi depannya patah.
Ini menunjukkan kecintaan dan pengorbanan besar kepada Rasulullah ﷺ.
Allah ﷻ berfirman :
﴾ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ﴿
(QS. Al-Fath: 29).
Artinya : “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya keras terhadap orang-orang kafir dan berkasih sayang sesama mereka.”
(QS. Al-Fath: 29).
Dijuluki “Aminnya Umat Ini”
Rasulullah ﷺ bersabda :
إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَمِينًا، وَإِنَّ أَمِينَنَا أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ
(HR.Bukhari dan Muslim).
Artinya : “Setiap umat memiliki seorang yang terpercaya, dan orang yang terpercaya dari umat ini adalah Abu Ubaidah bin al-Jarrah.”
(HR.Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menunjukkan beliau mempunyai kedudukan tinggi dalam sifat amanah.
Kepemimpinan dan Penaklukan Syam
Pada masa khalifah Abu Bakr al-Siddiq radhiyallahu anhu, beliau termasuk empat panglima yang diutus untuk membuka wilayah Syam.
Kemudian pada masa Umar ibn al-Khattab, beliau diangkat sebagai panglima besar pasukan Islam dan berhasil menaklukkan Damaskus serta berbagai wilayah Syam lainnya.
Umar bin Khattab رضي الله عنه pernah berkata :
“أتمنَّى لو أنَّ هذه الدَّارَ مملوءةٌ رجالًا مثلَ أبي عُبَيْدةَ بنِ الجرَّاحِ”
Artinya : “Seandainya rumah ini penuh dengan orang seperti Abu Ubaidah bin al-Jarrah.”
Perkataan ini menunjukkan bahwasannya kepercayaan dan kecintaan Umar kepada beliau.
Wafatnya
Pada tahun 18 H, beliau terkena wabah Tha’un ‘Amwas yang melanda wilayah Syam. Beliau wafat dalam keadaan sabar dan ridha terhadap takdir Allah ﷻ, dan dimakamkan di wilayah Yordania (Ghor al-Urdun).
Rasulullah ﷺ bersabda tentang pahala orang yang wafat karena wabah :
الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya : “Tha’un (wabah) adalah syahid bagi setiap Muslim.”
(HR.Bukhari)
Semoga Allah ﷻ meridhai Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang meneladani amanah dan ketakwaannya.

