aqidah2

Safinah an-Najah (Kapal Keselamatan)

Allah ﷻ berfirman :

وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿
(QS. Āli ‘Imrān: 101).

Artinya :
“Barang siapa berpegang teguh kepada Allah ﷻ, maka sungguh ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”

Ayat ini merupakan bimbingan langsung dari Allah ﷻ kepada kaum mukminin tentang jalan keselamatan. Barang siapa menjadikan Allah ﷻ sebagai tempat bergantung dalam seluruh urusannya, bertawakal kepada-Nya dengan sebenar-benarnya tawakal, serta berpegang teguh pada agama-Nya, maka ia akan ditunjuki ke jalan yang lurus, jalan yang tidak menyimpang dan tidak menyesatkan.

Makna Berpegang Teguh (I‘thishom)

Imam Ibnu Jarir ath-Thabari رحمه الله menjelaskan secara ringkas :

“Asal makna al-‘ashm adalah mencegah. Setiap yang mencegah sesuatu dari kebinasaan, maka ia adalah pelindungnya. Orang yang berlindung dengannya disebut orang yang berpegang teguh (mu‘tashim).”

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata :

“I‘thishom adalah berpegang pada sesuatu yang dapat melindungimu dan mencegahmu dari perkara yang berbahaya dan ditakuti.”

Dari penjelasan ini, jelas bahwa i‘thishom berarti mencari perlindungan dan keselamatan dengan cara berpegang pada sesuatu yang kokoh dan benar.

Al-Qur’an dan Sunnah sebagai Pegangan Keselamatan

Rasulullah ﷺ bersabda :

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ ﷺ
(HR. Mālik dalam Kitab Al-Muwattha’).

Artinya:
“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya: Kitab Allah ﷻ dan Sunnah Nabi-Nya ﷺ.”

Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ يَئِسَ أَنْ يُعْبَدَ بِأَرْضِكُمْ، وَلَكِنْ رَضِيَ أَنْ يُطَاعَ فِيمَا سِوَى ذَلِكَ مِمَّا تُحَاقِرُونَ مِنْ أَعْمَالِكُمْ، فَاحْذَرُوا، فَقَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنِ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا أَبَدًا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ ﷺ
(HR. al-Ḥākim dan al-Baihaqi).

Artinya:
“Sesungguhnya setan telah berputus asa untuk disembah di negeri kalian, namun ia rela untuk ditaati pada selain itu, dari amal-amal yang kalian anggap remeh. Maka berhati-hatilah. Aku telah meninggalkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh dengannya, kalian tidak akan tersesat selamanya: Kitab Allah ﷻ dan Sunnah Nabi-Nya.”

Hadits ini mengingatkan bahwa setan tidak hanya menyesatkan melalui dosa besar, tetapi juga melalui dosa-dosa kecil yang diremehkan, hingga akhirnya menyeret seseorang kepada kebinasaan.

Sunnah sebagai Kapal Keselamatan

Al-Qur’an dan Sunnah adalah tali Allah ﷻ yang kokoh. Siapa yang berpegang teguh dengannya akan selamat, dan siapa yang berpaling darinya akan binasa.

Imam Malik bin Anas رحمه الله berkata :

“السُّنَّةُ سَفِينَةُ نُوحٍ، مَنْ رَكِبَهَا نَجَا، وَمَنْ تَخَلَّفَ عَنْهَا غَرِقَ”

Artinya:
“Sunnah itu seperti kapal Nabi Nuh. Barang siapa menaikinya, ia akan selamat. Dan barang siapa tertinggal darinya, ia akan tenggelam.”

Perkataan ini menegaskan bahwa keselamatan dari kesesatan hanya dengan mengikuti Sunnah Nabi ﷺ, bukan dengan hawa nafsu, logika semata, atau tradisi yang menyelisihi ajaran beliau.

Macam-Macam Berpegang Teguh (i’thishom)

Berpegang teguh (i‘tishom) terbagi menjadi dua :

1. Berpegang Teguh kepada Allah

Allah ﷻ berfirman :

وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ ﴿
(QS. Āli ‘Imrān: 101).

Artinya :

“Siapa yang berpegang teguh pada (agama) Allah ﷻ.”

Yaitu bersandar kepada Allah ﷻ dengan iman, doa, tawakal, dan ketaatan. Ini adalah sebab keselamatan dari kebinasaan.

2. Berpegang Teguh kepada Agama Allah

Allah ﷻ berfirman :

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا ﴿
(QS. Āli ‘Imrān: 103).

Artinya :

“Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah.”

Yaitu berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Ini adalah sebab keselamatan dari kesesatan.

Penutup

Ketahuilah bahwa seluruh kebahagiaan dan keselamatan di dunia serta akhirat hanya akan diraih dengan berpegang teguh kepada Allah ﷻ dan berpegang teguh kepada agama-Nya. Tidak ada jalan keselamatan selain dua pegangan ini.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk orang-orang yang istiqamah di atas Al-Qur’an dan Sunnah hingga akhir hayat.

Wallāhu a‘lam.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, dan para sahabat beliau.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *